Sebuah
penelitian dilakukan dan menemukan seorang pria yang terlalu banyak
menonton TV beresiko sprema yang dia miliki lebih
sedikit. Padahal kenyataannya
bukan seperti itu. Ada beberapa faktor, terutama faktor lingkungan yang
berpengaruh terhadap jumlah sperma pria.
Ada
beberapa faktor yang dapat memberikan dampak langsung terhadap tinggi rendahnya
jumlah sperma, antara lain:
- Bahan kimia industri seperti Benzena, Herbisida, Pestisida, dan bahan cat tertentu
- Logam berat, terutama Timah.
- Radiasi atau pancaran sinar X ke area pinggul.
- Terpapar panas secara berlebihan, seperti sering sauna atau berendam air panas dan kebiasaan menaruh laptop di pangkuan. Ini akan membuat testikel pria kepanasan dan mengurangi produksi sprema.
- Terlalu banyak mengendarai sepeda. Karena diperkirakan dapat merusak sperma itu sendiri.
Meski
begitu, ada juga faktor atau penyebab medis yang dapat mempengaruhi jumlah
sperma yang dapat dihasilkan seorang pria, misalnya varikokel atau yang sering
disebut sebagai pembengkakan pembuluh darah yang menuju ke testis.
Infeksi
pada alat intim yang merupakan penyakit menular seksual seperti Chlamydia dan
Gonorrhea (kencing bernanah) juga bisa mengakibatkan menurunnya kualitas
sperma.
